Di era transformasi digital, batas antara dunia fisik dan dunia siber semakin kabur, bahkan hingga ke area perkebunan. Konsep Digital Soul yang diperkenalkan oleh platform Kebun Digital membawa manajemen tanaman ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka mengembangkan sebuah sistem di mana setiap pohon tidak lagi dianggap sebagai entitas biologi semata, melainkan memiliki identitas digital unik yang terekam secara permanen dalam jaringan blockchain. Fenomena ini memicu perdebatan menarik mengenai bagaimana teknologi dapat memberikan “jiwa” digital pada organisme hidup untuk meningkatkan transparansi dan produktivitas.
Implementasi Digital Soul melibatkan penggunaan sensor canggih dan tag RFID yang terintegrasi dengan perangkat lunak manajemen pusat. Di dalam ekosistem Kebun Digital, data mengenai kesehatan, laju pertumbuhan, hingga kebutuhan nutrisi dari setiap pohon dipantau secara waktu nyata (real-time). Data inilah yang membentuk identitas digital unik tersebut, semacam rekam medis digital yang mencatat setiap peristiwa penting dalam hidup pohon tersebut sejak masih berupa bibit hingga masa panen. Dengan cara ini, pemilik kebun dapat mengelola ribuan tanaman secara individual dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Keunggulan utama dari kepemilikan identitas digital unik ini adalah pada aspek pelacakan (traceability). Konsumen yang membeli buah dari Kebun Digital dapat memindai kode QR pada kemasan untuk melihat “jiwa digital” dari pohon asal buah tersebut. Mereka dapat mengetahui lokasi koordinat tepatnya, berapa banyak karbon yang telah diserap oleh pohon itu, hingga riwayat perawatan yang diberikan oleh petani. Konsep Digital Soul memberikan rasa percaya yang lebih dalam kepada konsumen, karena setiap informasi mengenai setiap pohon tidak dapat dimanipulasi setelah masuk ke dalam sistem terenkripsi.
Selain untuk transparansi, Digital Soul juga berfungsi sebagai aset finansial yang disebut sebagai tokenized trees. Melalui identitas digital unik ini, masyarakat umum dapat berinvestasi atau “mengadopsi” setiap pohon yang ada di dalam platform Kebun Digital. Investor akan mendapatkan bagi hasil dari hasil panen pohon spesifik yang mereka miliki secara digital. Hal ini menciptakan model pendanaan baru bagi sektor pertanian, di mana petani mendapatkan modal kerja di muka, sementara investor memiliki aset nyata yang terpantau secara digital melalui dasbor aplikasi mereka.