Pilar Kedaulatan: Mengapa Peran Penting Sektor Pertanian Tak Tergantikan

Sektor pertanian sering disebut sebagai pilar kedaulatan suatu negara. Pernyataan ini bukan tanpa alasan, sebab kemandirian sebuah bangsa sangat bergantung pada kemampuannya untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyatnya sendiri. Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, mulai dari gejolak pasar hingga krisis geopolitik, peran sentral sektor pertanian menjadi semakin tak tergantikan sebagai penjamin stabilitas dan kemandirian nasional.

Ketergantungan pada impor pangan dapat menjadi kerentanan strategis. Ketika pasokan dari luar negeri terganggu, baik karena bencana alam di negara produsen, kebijakan proteksionis, atau konflik internasional, ketahanan pangan domestik akan langsung terancam. Ini dapat memicu inflasi harga pangan, gejolak sosial, bahkan kerawanan nasional. Oleh karena itu, membangun pertanian yang kuat dan berdaulat adalah investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas negara. Pada April 2024, misalnya, sejumlah negara di Asia Tenggara mengalami kenaikan harga beras yang signifikan akibat gangguan pasokan dari salah satu negara produsen utama, yang secara langsung memicu kekhawatiran masyarakat dan memaksa pemerintah untuk mengambil langkah intervensi pasar. Ini adalah contoh nyata mengapa pertanian sebagai pilar kedaulatan sangat esensial.

Selain aspek pangan, sektor pertanian juga merupakan pilar kedaulatan ekonomi. Pertanian menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di daerah pedesaan, sehingga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Produksi pertanian juga menyediakan bahan baku bagi industri pengolahan, menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur. Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada tahun 2023, sektor pertanian menyumbang lebih dari 30% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten tersebut, dan pada bulan Januari 2024, tercatat lebih dari 60% penduduk usia produktif terlibat dalam aktivitas pertanian, baik sebagai petani langsung, pekerja perkebunan, atau pelaku agribisnis kecil. Data ini menunjukkan betapa pertanian menjadi motor penggerak ekonomi yang vital di tingkat lokal.

Lebih dari itu, pertanian juga berperan dalam menjaga kedaulatan lingkungan dan budaya. Praktik pertanian yang berkelanjutan berkontribusi pada pelestarian sumber daya alam, seperti tanah dan air, serta menjaga keanekaragaman hayati. Selain itu, pertanian seringkali terintegrasi dengan kearifan lokal dan tradisi budaya masyarakat, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas sebuah bangsa. Kepala Desa Sukamaju, Bapak H. Dedy, pada tanggal 17 Agustus 2024, dalam perayaan HUT Kemerdekaan, menyampaikan pentingnya gotong royong petani dalam menjaga sistem irigasi kuno di desanya, yang telah berfungsi selama ratusan tahun dan menjadi warisan budaya.

Dengan demikian, peran pertanian sebagai pilar kedaulatan tidak hanya terbatas pada produksi pangan, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan yang saling terkait. Memperkuat sektor ini berarti memperkuat fondasi dan kemandirian bangsa di tengah dinamika global.